Blacy Smiley - Silly

Selasa, 30 November 2010


                                                       
                                             SBY Keseleo lidah (lagi)

Jakarta, seruu.com – 

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyinggung mengenai sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi dan demokrasi terlontar dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi di Istana Negara, Jumat (26/11).
“Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun  nilai demokrasi,” kata SBY.
Hal tersebut dikatakan oleh Presiden setelah pemaparan Mendagri mengenai penyelesaian empat RUU yang diantaranya membahas keistimewaan Yogyakarta. Pernyataan tersebut seolah mengisyaratkan bahwa SBY tidak sepakat dengan sistem yang dipakai selama ini dan berlaku untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. 
Terkait penyusunan RUU DIY, SBY menginginkan kehadiran satu UU yang tepat, guna menghargai bentangan sejarah yang sangat panjang, yang memang harus diperlakukan secara khusus, sebagaimana diatur dalam UUD. Sehingga RUU itu nantinya menampakkan keistimewaan struktur pemerintahan DIY.
“Namun pilarnya adalah sistem nasional, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dalam UUD kita telah diatur dengan gamblang termasuk pasal 18,” tegas SBY.


Opini  Saya terhadap pemberitaan ini adalah. 

       Pernyataan Sby terhadap Monarki yang ada di DIY, menurut saya adalah suatu permasalahan baru yang seharusnya tidak perlu terjadi, karena pada dasarnya, permasalahan yang timbul akan merusak image dia sebagai Pememimpin di negri in. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Sby sudah identik dengan Sosok yang lambat dalam mengambil tindakan.!!
       Selain itu, dengan adanya Pernyatan ini, dapat mengartikan Bahwa SBY, sangat tidak paham terhadap kebudayaan Indonesia, terutama kebudayaan di DIY .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar